Rabu, 22 Juli 2026

Yang Pergi Tanpa Menang


Pada akhirnya
aku memilih menjadi langkah
yang menjauh dari halamanmu,

bukan karena tak lagi ingin tinggal,
melainkan karena pintu itu
tak pernah sungguh-sungguh terbuka.

Aku pernah percaya cinta cukup sabar
untuk menunggu keadilan tiba.
Namun waktu hanya pandai
mengajari seseorang bertahan,
bukan selalu untuk dipilih..

Ada yang kau peluk
dengan segala kepastian,
sementara aku hanya kau sisakan
sebagai musim
yang boleh datang
asal tak menetap..

Maka kubawa pulang
segala yang tak sempat menjadi kita:
percakapan yang menggantung,
harapan yang diam-diam tumbuh,
dan namamu
yang perlahan belajar
menjadi kenangan...

Jangan mencariku
di tempat-tempat yang pernah kita yakini.
Aku telah meninggalkan diriku yang dulu..

Aku yang mengira
mencintai dengan sungguh-sungguh
akan selalu mendapat tempat.

Kini aku pergi...
Bukan untuk membuatmu kehilangan,
melainkan agar aku tak lagi kehilangan
diriku sendiri..

Barangkali begitulah cinta
menyelesaikan ketidakadilannya:
bukan dengan membuat semua orang bahagia,
tetapi dengan mengajarkan seseorang
bahwa ada saatnya
kepergian adalah bentuk terakhir
dari kasih yang masih menjaga harga dirinya. :')


  ~aku dalam hening malam, Rabu 22 Juli 2026,  21.22 wib~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar