Pada suatu hari
yang bahkan langit lupa mencatatnya,
aku memutuskan berhenti
menjadi seseorang
yang selalu berharap kau menoleh..
Bukan karena aku tak lagi mencintaimu.
Justru karena cintaku
terlalu lama hidup
di tempat yang tak pernah menganggapnya ada.
Aku pernah berpikir
bahwa kesabaran
akan mengubah arah langkahmu..
Aku keliru,
Ternyata ada hati
yang tidak bisa dimenangkan
sekeras apa pun seseorang bertahan.
Maka aku mulai mengemasi
hal-hal kecil tentangmu.
Tawamu yang dulu mampu menghidupkan pagi..
Namamu
yang diam-diam kusebut
setiap kali doa terasa sepi..
Dan segala kemungkinan
yang hanya tumbuh
di kepalaku sendiri..
Tidak mudah..
Ada bagian dari diriku
yang berkali-kali ingin kembali,
meski tahu
aku hanya akan mengulang
luka yang sama
dengan cara yang berbeda..
Barangkali itulah yang disebut kecewa.
Bukan ketika kau memilih orang lain.
Melainkan ketika aku sadar
bahwa seluruh usahaku
tak pernah benar-benar menjadi alasan
bagimu untuk tinggal. ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar