Dulu,
kita berjalan berdampingan,
membagi tawa, menit, dan diam yang tak pernah sia-sia.
Kini,
jejak langkahmu hanya tinggal gema,
di lorong-lorong waktu yang enggan kembali.
Segala yang hangat telah membeku,
menjadi kisah yang hanya bisa kusentuh lewat rindu.
Waktu…
telah berubah menjadi kenangan,
dan aku,
masih tinggal di antaranya—
mencari bayangmu di antara detik yang tak pernah menunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar