Kala itu,
waktu seperti sahabat yang setia.
Ia membawa kita pada pagi yang saling,
dan senja yang tak ingin cepat usai.
Tapi waktu tak pernah berjanji akan tinggal.
Ia hanya lewat—
menitipkan detik yang tak bisa diulang.
Kini aku hanya punya diam,
dan ingatan yang tak mau pulang.
Segalanya sudah pergi,
kecuali kenangan,
yang masih tinggal
di relung-relung yang tak sempat aku kunci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar